hhuahuhaii....
buat kamu yang sedang baca
tulisan ini.. perkenalkan namaku hana. Banyak ya nama hana di bumi ini, pasti
kamu juga ‘ga asing dengar nama ini kaaan.. yah walaupun begitu aku tetap tak
berminat untuk dipanggil dengan nama lain. aneh soalnya.
oke, lanjut yaa.. aku seorang
makhluk berkelamin perempuan. yaiyalah.. dari namanya juga udah ketauan kalii..
>,<
sekarang usiaku masih 19 tahun..
usia yang sudah diujung tanduk menuju kepala dua. makanya aku begitu menikmati
masa-masa ini. masa-masa akhir kepala satuku. hiks.
Aku seorang mahasiswi di
satu-satunya universitas negeri yang berada tepat di Jakarta. Aku mahasiswi
fakultas mipa, jurusan biologi, prodi pendidikan biologi. Entah mengapa aku
bisa berada di prodi ini, kini. Menurutku, semua yang ku jalani saat ini
seperti sebuah ‘kecelakaan’, hehe serem bener dengernya.
Jujur, aku tak pernah bermimpi
untuk menjadi seorang guru biologi. Ya, kalaupun menjadi guru dulu waktu kelas 5 SD aku sempat berkhayal
jadi guru matematika dan sebagai percobaan boneka-boneka di rumah kujadikan
siswa-siswaku. hihi, lucu kalo inget. Dan khayalan itu pernah menjadi
kenyataan. Semester dua kuliah, aku
mengajar privat matematika kelas 3 SMA jurusan IPS, yang mau Ujian Nasional dan
SNMPTN. Dengan modal nekat memang, aku aja SNMPTN ‘ga lulus, ini ngajarin anak
orang.hhe.. Salah satu alasan aku memilih biologi karena sejak kelas dua SMA
pernah sedikit memperdalam ilmu ini karena ditunjuk guru biologi sebagai salah
satu perwakilan SMA untuk olimpiade biologi di sebuah universitas swasta.
Aku juga ga pernah kepikiran
untuk masuk UNJ. Ikut-ikutan temen aja sih sebenernya, ikutan daftar walaupun
belum pernah melihat rupa kampus ini sebelumnya. Ternyata aku lulus dan temanku
tidak. Sudah takdir sepertinya. Pun aku diterima di kampus UIN Jakarta juga di
jurusan biologi jalur UMB. Ada apa ini?? dua-duanya biologi. kupikir Allah
sudah punya rencana indah yang sampai kini pun belum kutemukan jawabannya.
Hemm..
aku masih mengingat dengan jelas, beberapa cabang ilmu yang ingin ku pilih,
psikologi, sastra, ilmu gizi, kesehatan masyarakat, matematika dan biologi.
Banyak ya, makanya aku bingung bukan kepalang saat harus mengambil 2 pilihan di
kunci jawaban soal-soal ujian masuk universitas. Dan setelah seluruh pengumuman
ujian usai, akhirnya ku putuskan untuk memilih Biologi UNJ dengan resiko
menjadi anak kostan di Rawamangun, Jakarta Timur.
Sejak
saat itu kehidupanku berubah. Makan seadanya, jarang sarapan, nyuci nyetrika
baju sendiri, mandi sendiri (yaiyalah), sakit ngurus diri sendiri, pulang
kuliah selalu setelah magrib, jadi aktivis di beberapa organisasi kampus, pulang
ke rumah seminggu sekali, ga jarang dua sampai tiga minggu sekali. Aku punya
tetangga di kostan, tapi kebanyakan mereka sudah lulus dan kerja (red: ngajar),
jadi hanya sedikit bahasan yang bisa dibicarakan bersama karena perbedaan usia
kami. Aku juga perempuan tertutup, sulit terbuka dengan orang lain yang tidak
akrab. Kekuranganku ini sering menyulitkan ketika aku berinteraksi sosial
dengan orang-orang di sekitar. Oh, ya aku juga punya teman sekamar yang juga
teman satu jurusan, Vera namanya. Ia biasa dipanggil Cuil. Tapi, aku tetap
memanggilnya vera. Selain aku tidak suka dipanggil dengan nama lain, aku juga tidak
suka memanggil temanku dengan nama selain panggilan pertamaku untuknya.
Oya, soal
beberapa cabang ilmu yang gagal ku pilih itu. Allah sudah mengaturnya. Dalam
hal matematika, kugunakan kemampuanku dengan menjadi bendahara beberapa event
besar di kampus. Dalam hal psikologi, Allah menjadikanku salah seorang advokat
kampus dan membuatku menjadi informan dan konsultan beberapa hal. Dalam hal
sastra, aku masih bisa menulis tanpa harus kuliah di bidang itu. Kesmas dan
ilmu gizi masih belum kutemukan wadahnya, namun ku yakin Allah sudah punya
rencana. Bukankah skenario Allah itu lebih indah. Bukan begitu bukan?
Aku suka
menulis, membaca, menikmati musik yang tidak berisik, belajar pun penah menjadi
hobi tapi entah mengapa kini kemalasan semakin menjadi. Ahh,, sungguh aku rindu
masa-masa itu, saat aku rangking satu, saat ku buat matematika luluh, hingga ku
dapat nilai sepuluh, nilai UN dua puluh tujuh, bahasa inggris dan MIPA menjadi
favoritku, dipuji banyak teman dan bapak ibu guru. Aku benar-benar rinduuu...
-,-
Sejak SMP
aku suka mengarang puisi, teman-teman ku tau itu. Sudah seratus lebih
sepertinya jika ku arsipkan semua, tapi sayang ada beberapa yang berserakan
entah dimana. Makanya mulai sekarang aku akan mengarsipkan semua tulisanku
disini, di blog ini. Biar tak ku simpan sendiri, tapi yang lain juga bisa menikmati,
siapa tau menginspirasi. Dulu kebanyakan tema puisiku tentang cinta. Biasa lah,
anak SMP dan SMA lagi norak-noraknya sama cinta monyet. Sekarang temanya sudah lebih
meluas, lebih bebas.
Akhirnya
harus kuucapkan. Cukup sekian. Sampai disini dulu kawan. Lain kali ku
lanjutkan. Dengan cerita yang ku harap menyenangkan.
Salam
kenal.. Semoga tidak menyesal.. ^^