Rabu, 25 Juni 2014
Kamis, 10 Januari 2013
MTA
Ada yang tahu apa itu MTA? Bagaimana rasanya jadi MTA??
Di kalangan mahasiswa tentu
singkatan ini tidak asing lagi, khususnya mahasiswa seperti saya ini.. MTA = Mahasiswa
Tingkat Akhir. Saya menyandang gelar itu sejak semester semester lalu, bagaimana
rasanya kawan? Rasanya pengen cepet-cepet pake toga.. Tapi semua harapan harus ada
proses yang harus dilalui dan saya sedang menjalani detik-detik proses itu
sekarang. Semester delapan saya akan mengambil PPL, SPS, SHP dan Skripsi. Saya
akan mencoba. Saya akan berusaha untuk menuntaskan keempat pilihan saya itu.
Saya yakin dan saya percaya bahwa saya akan lulus di waktu yang tepat dan saya
berharap waktu yang tepat itu adalah tahun 2013..
Kemarin sore saya mengajukan beberapa judul penelitian. Ada satu judul yang insyaAllah akan saya pertahankan untuk tetap menjadi judul penelitian saya. Tapi saya masih harus bertemu kaprodi lagi untuk memberikan referensi dan meyakinkan beliau bahwa judul tersebut bisa untuk dijadikan penelitian. Mohon do’anya..
Oya, satu hal yang seringkali mengganjal ketenangan hati saya. Hal buruk yang seharusnya tidak saya rasakan. Saya masih menjadikan kelulusan itu sebagai sebuah beban. Entah kenapa sejak di bangku kuliah, saya baru merasakan adanya beban dalam proses pembelajaran saya. Saya tidak tahu alasan pastinya, apakah karena saya salah jurusan? tapi masuk jurusan biologi adalah pilihan saya.. Mungkinkah saya yang salah memilih? Apakah saya yang tidak tahu bagaimana memilih jurusan yang benar sesuai minat dan potensi saya? Apakah jika saya berada di jurusan lain yang juga dulu saya pilih, saya akan tetap seperti ini? Apakah karena masalah profesi guru yang akan saya sandang setelah lulus nanti? Apakah karena IP saya yang pernah dibawah tiga? Apakah karena saya saking tidak inginnya mengecewakan orang tua jadi saya sangat khawatir jika IPK saya nantinya tidak memuaskan dan tidak lulus kuliah empat tahun?
Sepertinya pertanyaan terakhir menjadi salah satu faktor dan mungkin beberapa pertanyaan sebelumnya juga menjadi beberapa faktor atau bahkan seluruh pertanyaan tadi adalah seluruh faktor yang menorehkan warna kegelisahan di hati saya?
Apapun itu, saya tidak ingin kelulusan saya menjadi beban hati dan pikiran saya lagi. Yang harus saya lakukan hanya berusaha, berdo’a dan berikhtiar. Bukan begitu kawan?
Oya, mulai minggu depan saya sudah ke sekolah loh,, tempat saya akan mengajar biologi. Mohon do’anya ya..
Allah,, aku yakin Engkau selalu bersama di setiap langkah, harapan dan perjuangan saya.
Ya Allah,, kuatkan kaki saya untuk terus melangkah, kuatkan hati saya untuk terus berharap, kuatkan diri saya untuk terus berjuang. Seluruhnya saya lakukan untuk kebahagiaan orangtua saya..
Ya Allah,, tenagailah kesungguhanku ini..
Sabtu, 04 Agustus 2012
tentang mimpi
di ambang pagi aku bersandar
merenungi mimpi yang ku gantungkan di langit semalam
semoga malaikat yang tinggal di sana
berkenan menjaganya
semoga Pemilik Langit dan Bumi
berkenan menjamahnya
atau setidaknya
mengizinkannya
tersimpan indah di celah langitNya
agar setiap aku rindu
mereka masih bersinar menatapku manja
manja ingin segera aku merengkuhnya
agar setiap aku rindu
aku tak lupa
bahwa suatu saat mereka
akan segera ku tarik pulang
pulang ke sini
ke hatiku
juga kehidupanku
Nhaa
Jakarta, 14 Maret 2012
Saat Siang sudah tak jadi sahabat
ketika
malam semakin pekat
damainya
sungguh hingga ke hati
dan
ketika malam jadi sahabat
indahnya
hai sampai ke pucuk pagi
saat
mimpi-mimpi datang berkelebat
dan
saat penat juga pukat
baru
bisa menirwana di malam hari
Malam..
tetaplah
bersahabat
karena
terkadang
kawanmu
yang bernama Siang itu
hanya
jadi saat-saat asik untuk berdebat
tentang
pelik kehidupan
tentang
ketidakadilan
tentang
tragedi di jalan
tentang
korupsi orang-orang berdasi
tentang
naiknya BBM
tentang
melejitnya harga pangan
tentang
bagaimana kami dapat receh
tentang
bagaimana kami hari ini makan
tentang
bagaimana kami bisa bertahan
dan
tentang semua yang bertentangan
dengan
hati-hati kami
juga
tentang semua yang menantang
kelangsungan
hidup kami
Oh..
malam.. tetaplah jadi sahabat
First Time For Me
Ternyata gini rasanya punya artis
idola? Jadi addict banget dengan segala informasi yang berhubungan dengan dia.
Selalu mengikuti perkembangan karirnya. Ga mau ketinggalan nonton film dan
sinetron-sinetronnya. Bergabung dengan group para pencintanya.
Ini pertama kalinya dalam hidup
saya menjadi seorang pengagum (red: fans) salah seorang artis ibu kota. Dari
dulu saya paling anti dengan yang namanya artis idola. Menurut saya, punya
artis idola adalah hal yang norak, kurang kerjaan, dan segudang hal negatif
lainnya. Dulu bagi saya, artis itu-khususnya
aktor, biasanya seorang rupawan yang kebetulan punya bakat akting. Tok. Ga
kurang, ga lebih!
Tapi, sejak saya mulai mengenal Andi
Arsyil Rahman Putra, pandangan saya mengenai artis idola menjadi lebih terbuka,
bahwa tidak semua artis hanya bermodal tampang dan kemampuan akting saja.
Namun, ada juga sebagian diantara mereka yang mempunyai prestasi lain yang juga
membanggakan.
Awalnya, saya hanya iseng membaca
profil aktor pemeran Furqon-dalam film
perdana nya- ini. Saya sudah menonton film itu berkali-kali, tapi kekaguman
itu baru muncul sebulan terakhr ini saat keterlibatannya dalam film Tukang
Bubur Naik Haji menjadi serial sinetron sebagai Robbi.
Pemuda ini punya banyak hal yang
saya kagumi. Mulai dari kesalehannya, kecerdasannya, kemampuan menulisnya,
kerendahatiannya, keramahannya, sikap bersahabatnya, sopan santunnya, cara
berpikirnya, sikap dewasanya, dan lain sebagainya.
Dia punya banyak profesi,
diantaranya sebagai aktor, penulis, model, motivator, konsultan, penyanyi,
pengusaha. Dia juga bisa menciptakan lagu dan membuat serta membacakan puisi.
Dan dia memiliki segudang prestasi yang membanggakan siapa saja yang
mengenalnya. Banyak dari orang-orang yang mengenal sosok Arsyil menyebutnya sebagai
sosok inspiratif.
Saat saya tahu dia juga seorang
penulis, saya semakin mengagumi pemuda asal Makassar itu. Sejak saat itu, saya
sangat ingin bertemu dengannya. Dan ini untuk pertama kalinya pula, saya ingin
bertemu seorang artis! Ehm, Alhamdulillah ternyata Allah mendengar do’a saya,
dalam waktu dekat (waktu itu tanggal 15 Juli 2012 kalau tidak salah) Arsyil
akan mendatangi acara meet and greet bedah bukunya di Gramedia Bintaro.
Saya ditemani adik saya, akhirnya
hari itu benar-benar datang ke toko buku Gramedia Bintaro, dengan membawa
harapan bisa melihat Arsyil dalam jarak dekat dengan bermodalkan sebuah kamera
poket di tangan.
Acara sebenarnya adalah pukul
16.00 WIB, namun sang penulis belum muncul juga. Akhirnya saya memutuskan untuk
mencari buku yang akan dibedah tersebut-berjudul
HOPE. Saya jadi merasa lucu sendiri, belum pernah sedikitpun melihat
apalagi membaca bukunya tapi saya datang untuk melihat bedah buku tersebut.
Dan saya pun menemukan buku
tersebut dalam jumlah yang tidak banyak. Sungguh, saya benar-benar tidak tahu
buku tersebut ber-genre apa karena memang belum ada buku yang segelnya sudah
terbuka. “Hmm, mungkin buku berbau islami”, pikir saya.
Jam sudah menunjukkan pukul empat
lewat dua puluh menit. Saya pun memutuskan untuk stand by di tempat acara.
Sekitar setengah lima, saya mulai gelisah, “Kok belum dateng ya? Mungkin
terjebak macet”. Berasa si Arsyil yang janjian ketemu sama saya,hehe.. Saya
duduk di dekat eskalator (bukan, bukan duduk di lantainya. Di dekat eskalator
memang ada tempat duduk. Nah, saya duduk disitu deh ^^). Saya menoleh ke arah
eskalator yang jalannya menuju lantai 3 itu dan saya melihat dia. Ya, dia artis
idola saya!!
Dia berdiri dengan santainya tanpa
ditemani siapapun. Kalau yang saya tahu, artis biasanya selalu punya pengawal
kalau ada acara pertemuan seperti itu ‘kan? Dan benar saja, saya dibuatnya terpesona.
Hehe
Dia tersenyum ramah dan
mengucapkan salam kepada kami semua. Mulai saat itu, saya benar-benar yakin
bahwa dia memang memiliki pribadi yang baik.
Saya bertahan sampai acara
selesai sekitar jam setengah enam sore. Saya mendengarkan ceritanya dengan
baik, sesekali mengambil foto dan video-yang
tentunya dengan bantuan zoom agar gambar yang saya ambil lebih dekat dan jelas.
Setelah acara selesai, book
signing dan foto bareng pun dimulai. Kamera sudah di tangan, si dia ada di
depan mata-sedang dikerumuni para pembaca
dan fans nya, tapi nyali masih melayang. Ya, benar sekali saudara-saudara,
saya TIDAK BERANI.
Jujur saya melihat senyumnya dari
jarak agak jauh saja sudah cukup kok. :) Saat dia sedang sibuk-sibuknya melayani para fans nya untuk foto bareng dan
minta tanda tangan, dia sempat melirik ke arah saya (ini jujur loh, serius!).
Yaa,, mungkin dia heran ada cewek yang dari tadi foto dan video-in dia, tapi
kok ga minta foto bareng karena sebelumnya saya juga kepergok sedang mengambil gambarnya
saat bedah buku tadi.
Setelah dia meninggalkan tempat
acara, saya pun memutuskan untuk membeli bukunya yang ternyata itu adalah buku
ketiga nya. Sekarang saya juga sudah punya buku keduanya, EURECLE. Saya belum
tau, buku pertamanya masih ada stoknya atau tidak di gramedia. Pokoknya, buku
itu akan jadi waiting list book yang akan saya beli.
Hmm,, Oke guys.. segitu dulu aja
cerita tentang artis idola pertama saya. InsyaAllah juga jadi yang terakhir. He
See ya there.. :)
Langganan:
Komentar (Atom)
