Sabtu, 04 Agustus 2012

tentang mimpi


di ambang pagi aku bersandar
merenungi mimpi yang ku gantungkan di langit semalam
semoga malaikat yang tinggal di sana
berkenan menjaganya
semoga Pemilik Langit dan Bumi
berkenan menjamahnya
atau setidaknya
mengizinkannya
tersimpan indah di celah langitNya
agar setiap aku rindu
mereka masih bersinar menatapku manja
manja ingin segera aku merengkuhnya
agar setiap aku rindu
aku tak lupa
bahwa suatu saat mereka
akan segera ku tarik pulang
pulang ke sini
ke hatiku
juga kehidupanku



Nhaa
Jakarta, 14 Maret 2012

Saat Siang sudah tak jadi sahabat



ketika malam semakin pekat
damainya sungguh hingga ke hati
dan ketika malam jadi sahabat
indahnya hai sampai ke pucuk pagi
saat mimpi-mimpi datang berkelebat
dan saat penat juga pukat
baru bisa menirwana di malam hari

Malam..
tetaplah bersahabat
karena terkadang
kawanmu yang bernama Siang itu
hanya jadi saat-saat asik untuk berdebat
tentang pelik kehidupan
tentang ketidakadilan
tentang tragedi di jalan
tentang korupsi orang-orang berdasi
tentang naiknya BBM
tentang melejitnya harga pangan
tentang bagaimana kami dapat receh
tentang bagaimana kami hari ini makan
tentang bagaimana kami bisa bertahan
dan tentang semua yang bertentangan
dengan hati-hati kami
juga tentang semua yang menantang
kelangsungan hidup kami

Oh.. malam.. tetaplah jadi sahabat

First Time For Me



Ternyata gini rasanya punya artis idola? Jadi addict banget dengan segala informasi yang berhubungan dengan dia. Selalu mengikuti perkembangan karirnya. Ga mau ketinggalan nonton film dan sinetron-sinetronnya. Bergabung dengan group para pencintanya.

Ini pertama kalinya dalam hidup saya menjadi seorang pengagum (red: fans) salah seorang artis ibu kota. Dari dulu saya paling anti dengan yang namanya artis idola. Menurut saya, punya artis idola adalah hal yang norak, kurang kerjaan, dan segudang hal negatif lainnya. Dulu bagi saya, artis itu-khususnya aktor, biasanya seorang rupawan yang kebetulan punya bakat akting. Tok. Ga kurang, ga lebih!

Tapi, sejak saya mulai mengenal Andi Arsyil Rahman Putra, pandangan saya mengenai artis idola menjadi lebih terbuka, bahwa tidak semua artis hanya bermodal tampang dan kemampuan akting saja. Namun, ada juga sebagian diantara mereka yang mempunyai prestasi lain yang juga membanggakan.

Awalnya, saya hanya iseng membaca profil aktor pemeran Furqon-dalam film perdana nya- ini. Saya sudah menonton film itu berkali-kali, tapi kekaguman itu baru muncul sebulan terakhr ini saat keterlibatannya dalam film Tukang Bubur Naik Haji menjadi serial sinetron sebagai Robbi.

Pemuda ini punya banyak hal yang saya kagumi. Mulai dari kesalehannya, kecerdasannya, kemampuan menulisnya, kerendahatiannya, keramahannya, sikap bersahabatnya, sopan santunnya, cara berpikirnya, sikap dewasanya, dan lain sebagainya.

Dia punya banyak profesi, diantaranya sebagai aktor, penulis, model, motivator, konsultan, penyanyi, pengusaha. Dia juga bisa menciptakan lagu dan membuat serta membacakan puisi. Dan dia memiliki segudang prestasi yang membanggakan siapa saja yang mengenalnya. Banyak dari orang-orang yang mengenal sosok Arsyil menyebutnya sebagai sosok inspiratif.

Saat saya tahu dia juga seorang penulis, saya semakin mengagumi pemuda asal Makassar itu. Sejak saat itu, saya sangat ingin bertemu dengannya. Dan ini untuk pertama kalinya pula, saya ingin bertemu seorang artis! Ehm, Alhamdulillah ternyata Allah mendengar do’a saya, dalam waktu dekat (waktu itu tanggal 15 Juli 2012 kalau tidak salah) Arsyil akan mendatangi acara meet and greet bedah bukunya di Gramedia Bintaro.

Saya ditemani adik saya, akhirnya hari itu benar-benar datang ke toko buku Gramedia Bintaro, dengan membawa harapan bisa melihat Arsyil dalam jarak dekat dengan bermodalkan sebuah kamera poket di tangan.

Acara sebenarnya adalah pukul 16.00 WIB, namun sang penulis belum muncul juga. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari buku yang akan dibedah tersebut-berjudul HOPE. Saya jadi merasa lucu sendiri, belum pernah sedikitpun melihat apalagi membaca bukunya tapi saya datang untuk melihat bedah buku tersebut.

Dan saya pun menemukan buku tersebut dalam jumlah yang tidak banyak. Sungguh, saya benar-benar tidak tahu buku tersebut ber-genre apa karena memang belum ada buku yang segelnya sudah terbuka. “Hmm, mungkin buku berbau islami”, pikir saya.

Jam sudah menunjukkan pukul empat lewat dua puluh menit. Saya pun memutuskan untuk stand by di tempat acara. Sekitar setengah lima, saya mulai gelisah, “Kok belum dateng ya? Mungkin terjebak macet”. Berasa si Arsyil yang janjian ketemu sama saya,hehe.. Saya duduk di dekat eskalator (bukan, bukan duduk di lantainya. Di dekat eskalator memang ada tempat duduk. Nah, saya duduk disitu deh ^^). Saya menoleh ke arah eskalator yang jalannya menuju lantai 3 itu dan saya melihat dia. Ya, dia artis idola saya!!

Dia berdiri dengan santainya tanpa ditemani siapapun. Kalau yang saya tahu, artis biasanya selalu punya pengawal kalau ada acara pertemuan seperti itu ‘kan? Dan benar saja, saya dibuatnya terpesona. Hehe

Dia tersenyum ramah dan mengucapkan salam kepada kami semua. Mulai saat itu, saya benar-benar yakin bahwa dia memang memiliki pribadi yang baik.

Saya bertahan sampai acara selesai sekitar jam setengah enam sore. Saya mendengarkan ceritanya dengan baik, sesekali mengambil foto dan video-yang tentunya dengan bantuan zoom agar gambar yang saya ambil lebih dekat dan jelas.

Setelah acara selesai, book signing dan foto bareng pun dimulai. Kamera sudah di tangan, si dia ada di depan mata-sedang dikerumuni para pembaca dan fans nya, tapi nyali masih melayang. Ya, benar sekali saudara-saudara, saya TIDAK BERANI.

Jujur saya melihat senyumnya dari jarak agak jauh saja sudah cukup kok. :) Saat dia sedang sibuk-sibuknya melayani para fans nya untuk foto bareng dan minta tanda tangan, dia sempat melirik ke arah saya (ini jujur loh, serius!). Yaa,, mungkin dia heran ada cewek yang dari tadi foto dan video-in dia, tapi kok ga minta foto bareng karena sebelumnya saya juga kepergok sedang mengambil gambarnya saat bedah buku tadi.

Setelah dia meninggalkan tempat acara, saya pun memutuskan untuk membeli bukunya yang ternyata itu adalah buku ketiga nya. Sekarang saya juga sudah punya buku keduanya, EURECLE. Saya belum tau, buku pertamanya masih ada stoknya atau tidak di gramedia. Pokoknya, buku itu akan jadi waiting list book yang akan saya beli.

Hmm,, Oke guys.. segitu dulu aja cerita tentang artis idola pertama saya. InsyaAllah juga jadi yang terakhir. He

See ya there.. :) 

Rabu, 01 Agustus 2012

BINTANG





Bintang.
ya, dia bintang di hatiku
entah selamanya
atau hanya sampai esok lusa?
biar Tuhan yang tau

aku tak peduli
yang ku tau pasti
dia benderang dimataku, kini.

dia jauh di atas sana..
sedang aku masih pijak di bumi
aku ingin menggapainya Tuhan, bolehkah?
sedang ribuan “aku” di pijakan bumi lain
memanjatkan do’a yang sama dengan yang aku punya

pernah ku lihat dia, Tuhan..
berjalan di depanku, di depan mataku
jarak setengah meter dari dudukku
sungguh, dia lebih dari indah
pancaran sinarnya, Tuhan..
buat jantungku bekerja lebih giat
senyuman itu, Tuhan..
sudah cukup buatku meleleh di tempat

boleh aku kagum Tuhan
atas ciptaanMu yang indah itu?