Sabtu, 04 Agustus 2012

Saat Siang sudah tak jadi sahabat



ketika malam semakin pekat
damainya sungguh hingga ke hati
dan ketika malam jadi sahabat
indahnya hai sampai ke pucuk pagi
saat mimpi-mimpi datang berkelebat
dan saat penat juga pukat
baru bisa menirwana di malam hari

Malam..
tetaplah bersahabat
karena terkadang
kawanmu yang bernama Siang itu
hanya jadi saat-saat asik untuk berdebat
tentang pelik kehidupan
tentang ketidakadilan
tentang tragedi di jalan
tentang korupsi orang-orang berdasi
tentang naiknya BBM
tentang melejitnya harga pangan
tentang bagaimana kami dapat receh
tentang bagaimana kami hari ini makan
tentang bagaimana kami bisa bertahan
dan tentang semua yang bertentangan
dengan hati-hati kami
juga tentang semua yang menantang
kelangsungan hidup kami

Oh.. malam.. tetaplah jadi sahabat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar