ketika
malam semakin pekat
damainya
sungguh hingga ke hati
dan
ketika malam jadi sahabat
indahnya
hai sampai ke pucuk pagi
saat
mimpi-mimpi datang berkelebat
dan
saat penat juga pukat
baru
bisa menirwana di malam hari
Malam..
tetaplah
bersahabat
karena
terkadang
kawanmu
yang bernama Siang itu
hanya
jadi saat-saat asik untuk berdebat
tentang
pelik kehidupan
tentang
ketidakadilan
tentang
tragedi di jalan
tentang
korupsi orang-orang berdasi
tentang
naiknya BBM
tentang
melejitnya harga pangan
tentang
bagaimana kami dapat receh
tentang
bagaimana kami hari ini makan
tentang
bagaimana kami bisa bertahan
dan
tentang semua yang bertentangan
dengan
hati-hati kami
juga
tentang semua yang menantang
kelangsungan
hidup kami
Oh..
malam.. tetaplah jadi sahabat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar